Berakhlak Sebagai Seorang Muslim
Berakhlak
Sebagai Seorang Muslim
Oleh : Zahwa Nawang Sinta
Kita sebagai warga Negara
Indonesia sudah sering mendengar bahwa Negara kita ini sangat amat menjunjung
tinggi kesopansantunan dan etika. Kita diberikan turunan sikap atau bisa
dikatakan sebagai anggapan bahwa kita harus berakhlak dalam mengerjakan segala
aktivitas. Seperti yang kita rasakan, disetiap mata pelajaran/mata kuliah pasti
selalu mengajarkan bagaimana caranya berakhlak dalam kehidupan.
Apa itu akhlak? Mengapa kita
sebagai seorang muslim harus berakhlak? Seberapa pentingkah akhlak dalam
kehidupan kita?
Menurut
KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia), akhlak berarti budi
pekerti atau kelakuan. Akhlak berasal dari
bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradatnya “khuluqun” yang berarti budi
pekerti, perangai, tingkah laku dan tabiat. Sedangkan, menurut istilah adalah
pengetahuan yang menjelaskan tentang baik dan buruk manusia, mengatur pergaulan
manusia, dan menentukan tujuan akhir dari usaha dan pekerjaannya. Akhlak memacu
pada perbuatan dan tingkah laku manusia, jika perbuatan atau tingkah lakunya
baik maka akhlak tersebut disebut akhlak mahmudah, begitupun sebaliknya jika
perbuatan atau tingkah lakunya buruk maka disebut akhlak mazmumah.
Lalu, apa yang membedakan akhlak dengan
etika dan moral? Etika merupakan ilmu yang menilai baik dan buruk dengan
memperhatikan perbuatan manusia oleh akal pikiran kita. Moral merupakan ajaran
tentang baik buruknya perbuatan dan perilaku yang dimiliki manusia yang sesuai
dengan nilai-nilai moral. Persamaan antara akhlak dengan etika dan moral adalah
sama-sama membahas masalah baik dan buruk tingkah laku manusia. Hanya saja perbedaannya
terletak pada dasarnya sebagai cabang filsafat, etika dan moral bertitik tolak
dari pikiran manusia. Sedangkan akhlak berdasarkan ajaran Allah dan Rasul-Nya.
Akhlak tidak terlepas dari aqidah dan
syariah. Oleh karena itu, akhlak merupakan pola tingkah laku yang
mengakumulasikan aspek keyakinan dan ketaatan. Akhlak merupakan perilaku yang dapat
terlihat dengan jelas, baik dalam kata-kata maupun perbuatan yang berasal dari
dorongan karena Allah.
Akhlak dalam islam dapat dikatakan
sebagai akhlak yang islami, yaitu akhlak yang bersumber pada ajaran Allah dan
Rasulullah. Akhlak islami ini merupakan amal perbuatan yang sifatnya terbuka
sehingga dapat menjadi tolak ukur seseorang apakah seorang muslim yang baik
atau buruk. Akhlak ini merupakan buah dari aqidah dan syariah yang benar.
Rasulullah diutus untuk menyempurnakan
akhlak manusia yaitu untuk memperbaiki hubungan makhluq(manusia) dengan khaliq(Allah
Ta’ala) dan hubungan baik antara makhluq dengan makhluq. Arti kata
menyempurnakan tersebut berarti akhlak yang meningkat, sehingga perlu
disempurnakan. Rasulullah sebelum bertugas menyempurnakan akhlak, beliau
sendiri sudah berakhlak sempurna. Hal itu ditegaskan dalam firman Allah pada
surat Al-Qalam ayat 68 yang artinya “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad)
benar-benar berbudi pekerti yang agung”. Hal ini dapat dijadikan sebagai
syarat bagi siapa pun yang bertugas untuk memperbaiki akhlak orang lain. Secara
logika, tidak mungkin bisa memperbaiki akhlak orang lain kecuali dirinya
sendiri sudah baik akhlaknya. Karena akhlak yang sempurna itu, Rasulullah Saw
patut dijadikan uswah alhasanah. Firman Allah Swt dalam surah Al-Ahzab ayat 21
yang artinya “Sesungguhya pribadi
Rasulullah merupakan teladan yang baik untuk kamu dan untuk orang yang
mengharapkan menemui Allah dan hari akhirat dan mengingat Allah
sebanyak-banyaknya”. Maka, dapat kita simpulkan bahwa akhlah tidak hanya
berkaitan dengan sesama makhluk, tetapi juga dalam meningkatkan hubungan dengan
Allah Ta’ala.
Hal–hal yang perlu kita biasakan sebagai
seorang muslim yang berakhlak baik, yaitu:
§ Jujur dan amanah. Jika kita terbiasa
jujur dalam segala hal baik dalam ucapan maupun perbuatan, maka inshaAllah kita
akan merasa bertanggung jawab atas sebuah amanah yang diberikan.
§ Berani mengungkap kebenaran dan kebaikan
agar dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Kita harus
membiasakan diri untuk berani berkata benar jika memang itu adanya. Karena
kebenaran itu harus diperjuangkan.
§ Adil dan bijaksana dalam menentukan
pilihan dan mengambil keputusan. Kita harus dapat berlaku adil serta bijaksana,
seperti dalam menentukan suatu hal yang baik ataukah buruh, atau dalam
memutuskan sebuah permasalahan.
§ Berlaku adil dalam segala hal, seperti
tidak membeda-bedakan seseorang atau suatu hal berdasarkan derajat, status
sosial ataupun ekonomi.
§ Lapang hati dan tidak dengki. Kita harus
menjadi pribadi yang pemurah dalam arti mudah memaafkan kesalahan orang lain
maupun diri sendiri. Memaafkan diri sendiri juga merupakan suatu hal yang
penting agar kita dapat mengikhlaskan kesalahan-kesalahan yang telah terjadi
dan segera bergegas untuk memperbaiki diri kita.
§ Tidak mudah mengeluh dalam segala hal
yang dilakukan. Bahkan saat mengalami kesulitan atau musibah kita harus
menerimanya dan bersyukur atas segala rezeki yang telah Allah berikan.
§ Ikhlas dalam segala hal. Seperti dalam
beramal, berbuat kebaikan, menerima segala rezeki dan takdir yang diberikan
Allah.
§ Rela berkorban untuk kepentingan umat
dan dalam membela kebenaran/agama Allah.
§ Merasa malu jika melakukan
perbuatan-perbuatan buruk dan segera untuk memohon maaf kepada Allah serta
berniat untuk bertaubat.
Akhlak seperti yang diterangkan oleh Imam Al-Ghazali
merupakan suatu perangai yang menetap kuat dalam jiwa kita. Karakter akhlak
dalam jiwa itu timbul karena perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh setiap
manusia. Imam Al-Ghazali membagi akhlak ke dalam dua syarat, yaitu stabilitas
dan spontanitas. Stabilitas akhlak berarti karakter yang memungkinkan pelakunya
melakukan perbuatan yang baik dengan konsisten serta berkelanjutan. Sedangkan
spontanitas akhlak berarti akhlak yang kehadirannya spontan di saat ada
kesempatan dan dilakukan tanpa paksaan. Menurut beliau, seorang muslim yang
berakhlak setidaknya dapat mengendalikan empat hal dari sekian aspek yang ada
dalam kehidupan, yaitu nafsu, amarah, pengetahuan, dan keadilan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita seorang muslim
harus berakhlak baik seperti tauladan Rasul kita Nabi Muhammad SAW. Toh akan
banyak sekali manfaat yang akan kita tuai jika kita memiliki akhlak yang baik.
Seperti mendapat kemudahan dalam setiap urusan bahkan saat mendapat kesulitan,
termasuk ke dalam kelompok mukmin yang baik, dan diterima amal kebaikannya oleh
Allah serta dapat dijadikan bekal kita nanti di akhirat agar dapat menuju
surganya Allah.
Artikel ini disusun oleh Zahwa Nawang
Sintha dengan NIM 1305619039 Mahasiswa Program Studi Matematika-S1 UNJ guna
memenuhi tugas Ujian Tengah Semester pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
yang diampu oleh dosen, Bapak Suyuti,M.Pd.

Comments
Post a Comment